Metro, Transportasi Favorit Masyarakat Kota Paris

Métro adalah salah satu transportasi publik yang banyak menjadi pilihan masyarakat termasuk wisatawan. Selain murah, transportasi yang berbentuk kereta bawah tanah ini mudah dipahami dan menjangkau hampir seluruh bagian Kota Paris. Banyaknya alat bantu berupa peta dan signase mempermudah dalam mencapai tujuan. Signase tersebut berupa papan penanda arah, papan penanda waktu kedatangan, pembatas jalur, dan lain sebagainya. Papan-papan penanda ini cukup membantu dalam mengarahkan penumpang, walaupun terdapat beberapa diantaranya yang sudah cukup tua dan rusak.

Métro memiliki empat belas jalur yang membentang di seluruh bagian Kota Paris. Jalur satu dan dua merupakan dua jalur tertua yang sudah ada sejak tahun 1900, sedangkan jalur termuda adalah jalur empat belas yang baru mulai dibuka pada tahun 1998. Jalur delapan merupakan jalur terpanjang dengan panjang mencapai 22.057 meter yang melintasi tidak kurang dari 36 stasiun. Jalur terpendek adalah jalur sebelas dengan panjang 6.286 meter, jalur tersebut merupakan yang terpendek diluar jalur penghubung yang biasanya ditandai dengan penambahan kata “bis”. Berikut penjelasan métro secara ringkas,

Picture1
Sumber : http://www.ratp.fr
Jaringan Métro (Kereta Bawah Tanah) di Kota Paris

Keseluruh sistem métro tersebut telah dibangun bertahun-tahun dengan tujuan untuk memberikan transportasi publik yang mudah dan terjangkau. Secara total panjang jalur métro mencapai 201,8 kilometer dengan 300 stasiun dan 384 titik pemberhentian. Jalur sembilan bukan merupakan jalur métro terpanjang di Paris namun memiliki waktu tempuh terlama yaitu dua jam. Titik-titik pemberhentian yang cukup banyak memberikan pilihan dalam pencapaian tujuan. Namun dalam mencapai titik pemberhentian ini menjadi hal yang sulit bagi orang tua dan kaum disable. Kurangnya sarana yang membantu dua golongan ini mengakibatkan métro menjadi kurang terjangkau. Banyaknya tangga yang harus dilewati serta jauhnya jarak tempuh untuk melakukan korespondensi menjadi permasalahan utama. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas fisik kawasan.

IMG_20121230_110446
some metro station has unique interior design

20120320_140140
IMG_20130319_163854
IMG_20130118_112537
metro entrance visual

Selain kualitas fisik, dalam segi pelayanan publik banyak hal yang masih harus dilakukan perbaikan. Dalam menjalankan pelayanan sehari-hari RATP memiliki 3.500 pengemudi métro dan 200 polisi pengawas. Jumlah pengawas yang hanya mencapai 200 personil tidaklah sesuai dengan kondisi jumlah penumpang dan jumlah stasiun yang harus diawasi. Kurangnya pengawasan mengakibatkan rawan terjadinya kriminalitas baik di dalam métro maupun di stasiun-stasiun pemberhentian. Dibutuhkan penambahan personil untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna métro. Kamera pengawas masih kurang mampu memberikan keamanan bagi para penumpang. Selain kurangnya personil yang ada, ketidak disiplinan pengemudi métro menjadi isu tesendiri. Para pengemudi ini terkadang membiarkan kenalan ataupun keluarganya untuk ikut masuk di dalam kabin pengemudi yang seharusnya tidak diperbolehkan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan ataupun ketidaksesuaian lainnya

Picture2
metro inside

Jumlah penumpang métro setiap harinya mencapai lebih dari lima juta penumpang, setengah dari jumlah penumpang seluruh transportasi umum Kota Paris. Dilayani oleh 540 kereta kebutuhan lebih dari lima juta penumpang ini mampu dipenuhi. Jumlah total kereta yang dimiliki RATP sendiri adalah 900 kereta dengan 200 kereta menggunakan roda ban dan 700 lainnya menggunakan bahan besi. Dalam satu kereta setidaknya terdapat 3 sampai 6 gerbong dalam sekali perjalanan.

Sayangnya, kereta-kereta tersebut tidak semuanya dalam kondisi yang baik. Kondisi kereta pada jalur-jalur baru seperti jalur empat belas masih tergolong baik. Kereta yang banyak dinaiki wisatawan seperti métro satu juga diutamakan kenyamanannya, sedangkan kereta-kereta dengan jalur biasa, dalam hal ini bukan tempat yang popules, cenderung memiliki kondisi yang kurang menyenangkan. Kereta jalur empat dan lima yang banyak digunakan oleh para imigran memiliki kondisi terburuk. Dua jalur kereta ini banyak digunakan para imigran untuk menuju utara melalui Gare du Nord. Kondisi kereta yang penuh coretan serta lebih banyaknya goncangan ketika di dalam kereta cukup mengurangi kenyamanan dalam penggunaan.

Selain beberapa kondisi yang amat disayangkan di atas, dibutuhkan juga inovasi-inovasi baru dalam menjaga kenyamanan pengunjung wanita, orang tua dan anak-anak. Hal ini dikarenakan ketiga golongan inilah yang menjadi kurang nyaman ketika kereta sedang ramai. Terinjak, terhimpit, dan terjadinya pelecehan menjadi isu krusial. Pembentukan gerbong-gerbong khusus dapat menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk menjaga agar ketiga hal tersebut dapat diminimalkan.

 

sources : TA RATNA KUSUMANINGRUM, UNDIP 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s