Pariwisata Indonesia (Indonesian Tourism)

Isu Stategis

Isu strategis yang terkait dengan sektor pariwisata dalam RPJMN 2015-2019 antara lain;

Potensi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang unik merupakan modal untuk pengembangan pariwisata nasional.  Potensi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang unik merupakan modal untuk pengembangan pariwisata nasional. Sasaran pembangunan pariwisata dalam RPJMN 2015-2019 dibagi menjadi sasaran pertumbuhan dan sasaran pembangunan inklusif. Sasaran pertumbuhan pariwisata dapat dilihat dalam tabel berikut ini,

Picture3

Sedangkan dalam sasaran pembangunan inklusif adalah Meningkatnya usaha lokal dalam industri pariwisata dan meningkatnya jumlah tenaga kerja lokal yang tersertifikasi

IMG_20151008_150853

IMG_20151011_194605

IMG_20151009_170054

Arah kebijakan pembangunan pariwisata yang digariskan dalam RIPPARNAS, yaitu:

  1. Pembangunan Destinasi Pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdayasaing di dalam negeri dan di luar negeri, dengan strategi; (1) fasilitasi pembangunan destinasi pariwisata nasional yang menjadi fokus: (a) wisata alam terdiri dari wisata bahari, wisata petualangan dan wisata ekologi; (b) wisata budaya yang terdiri dari wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, dan wisata kota dan desa; dan (c) wisata buatan dan minat khusus yang terdiri dari wisata Meeting Incentive Conference and Exhibition (MICE) & Event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu; (2) meningkatkan citra kepariwisataan dan pergerakan wisatawan nusantara; (3) Tata Kelola Destinasi; serta (4) Pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata.                            Jenis pariwisata yang akan dikembangkan khususnya untuk wisatawan manca negara mencakup: (a) wisata alam yang terdiri dari wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan; (b) wisata budaya yang terdiri dari wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, dan wisata kota dan desa; dan (c) wisata ciptaan yang terdiri dari wisata MICE & Event, wisata olahraga, wisata kebugaran (wellness) berbasis budaya nusantara, serta wisata kawasan terpadu.
  2. Pemasaran Pariwisata Nasional diarahkan untuk meningkatkan kerjasama internasional kepariwisataan dan mendatangkan sebanyak mungkin kunjungan wisatawan mancanegara,
  3. Pembangunan Industri Pariwisata diarahkan untuk meningkat-kan partisipasi usaha lokal dalam industri pariwisata nasional serta meningkatkan keragaman dan daya saing produk/ jasa pariwisata nasional di setiap destinasi pariwisata yang menjadi fokus pemasaran melalui: (a) pembinaan usaha pariwisata bagi masyarakat lokal; (b) fasilitasi investasi usaha sektor pariwisata; serta (c) pengembangan standarisasi dan sertifikasi usaha dan produk pariwisata; serta (d) pengembangan intergrasi ekosistem industri pariwisata.
  4. Pembangunan Kelembagaan Pariwisata diarahkan untuk mem-bangun sumber daya manusia pariwisata serta organisasi kepariwisataan nasional dengan strategi: (a) berkoordinasi dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan sarjana di bidang kepariwisataan; (b) meningkatkan kapasitas dan kualitas lembaga pendidikan kepariwisataan; (c) fasiitasi pengembangan dan peningkatan jenjang keterampilan tenaga kerja lokal di bidang pariwisata; (d) peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan; serta (e) mengelola dan mengendalikan manajemen perubahan.

 

Potensi Sektor Pariwisata Indonesia

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki potensi dan kontribusi besar pada perekonomian Indonesia.           Berdasarkan hasil identifikasi data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan BPS, jumlah wisatawan yang melakukan wisata di Indonesia baik dari dalam maupun luar negeri bertambah setiap tahunnya. Hal ini juga didukung dengan data Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif tahun 2013 mengenai devisa negara yang menyebutkan bahwa sektor pariwisata di Indonesia menempati posisi ke empat dalam jenis komoditas penghasil devisa tebanyak setelah Minyak dan gas bumi, batu bara, dan minyak kelapa sawit. Hal ini membuktikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Berikut adalah tabel lengkap rangking devisa pariwisata pada tahun 2009-2013.

Picture1

Sumber: Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, 2015

Picture2

Pada lingkup global pariwisata Indonesia berada pada peingkay 74 lebih tinggi dari Kamboja, Filipina, dan Vietnam yang merupakan negara tetangga dan tergabung dalam ASEAN. Peringkat pariwisata Indonesia di dunia dibandingkan dengan negara Asian Tenggara lainnya dapat dilihat pada tabel di atas. Potensi Indonesia pada sektor pariwisata tentunya tidaklah kecil. Berdasarkan data UNESCO pada tahun 2012, Indonesia mamiliki empat lokasi wisata yang menyandang gelar UNESCO Natural World Heritage Sites. Ke empat lokasi tersebut antara lain Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz, Hutan Tropis Sumatera, dan Ujung Kulon. Dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia memiliki jumlah terbanyak. Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam masing-masing hanya memiliki dua lokasi wisata. Dengan potensi yang ada tentunya target peningkatan jumlah wisatawan yang dinyatakan dalam RPJMN 2015-2019 tentunya dapat dimaksimalkan dengan berbagai program dan strategi pengembangan. Sektor pariwisata juga merupakan sektor potensial terkait dengan lapangan pekerjaan.

Terdapat dua isu utama yang perlu diperhatikan dalam upaya pengembangan pariwisata Indonesia, yaitu pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hingga saat ini pengembangan kapasitas sumber daya manusia masih rendah melihat jumlah sekolah kejuruan pariwisata dan perhotelan, serta sekolah pariwisata informal yang masih sedikit jumlahnya.

References: RPJMN 2015-2019 (BAPPENAS)

Advertisements

Development Process of Kampong Batik Kauman, Solo City

Kampong is …

  • Traditional settlement which exist in both urban and rural areas
  • Sub standart settlement
  • Sub standart life style
  • Rural type settlement

Local Initiative and development process …

  • Reanimating the effort batik in that area.
  • Reanimating Kauman as a moslem village.
  • Developing Kauman as a tourism village

Non Physical development:

  • Improving people awareness about the potency of their area
  • Promotion to global society through mass media, and participation to seminar/exhibition /discussion.

Physical development:

Making Detail Engineering Design of settlement utility and heritage walk (Marga Lestari) executed in handling of physical phase-1 Kauman

RESULT

Non Physical:

  • Batik regular monthly bulletin
  • Batik community already has a legal entity
  • Make business loans with savings and loans
  • Natural coloring training guide (environmental friendly colouring)
  • Local national tv coverage for promotional activities

Physical:

  • Opening of batik museum
  • The opening of new batik show room 8 -7o
  • Make a simple park for open space
  • Street furniture: Green canopy, Council names street, benches, street lights, information board and map 

Picture1

Picture2

Picture4

Picture3

 

References:

  1. UNDIP Rural Development Summer School team in Malaysia, 2011
  2. Kauman Community

 

 

City of Light, Kota Wisata Paling Populer di Dunia (Paris, Perancis)

Perancis merupakan negara yang sangat populer dengan kekayaan tradisi dan pariwisatanya. Negara ini merupakan salah satu negara maju dengan jumlah penduduk sebesar 61 juta jiwa. Perancis sering disebut juga dengan l’hexagon karena bentuknya yang heksagonal. Sekarang ini bentuk negara Perancis adalah republik yang dipimpin oleh seorang presiden, walaupun dalam sejarahnya Perancis merupakan negara monarki yang kuat. Perancis beribukotakan sebuah kota yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata paling diinginkan di dunia. Tidak kurang dari 30 juta orang berkunjung ke kota ini setiap tahunnya.

Paris yang dikenal dengan julukan city of light adalah kota dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa. Kota ini berkembang dari pinggiran sungai seine. Wilayah administrasi Kota Paris dibagi atas dua puluh bagian yang dibagi melingkar seperti ular, dengan wilayah bagian kota satu berada tepat di pusat kota. Paris sendiri apabila dilihat dari atas maka akan terbagi menjadi dua bagian besar yang disebut dengan à gauche yaitu bagian kiri dan à droit yang berarti kanan yang terbelah oleh aliran Sungai Seine. Keberadaan sungai ini amat dipertahankan oleh pemerintah setempat sebagai salah satu Landmark kota selain tour eiffel, museum Lovre, Arc de Triomphe, dan masih banyak lainnya.

DSCN0652

DSCN0943

DSCN2231

Paris memiliki sejarah yang cukup panjang, berbagai peristiwa pernah merubah kota ini. Paris pada masa penguasaan kerajaan merupakan pusat aktivitas pemerintahan. Pada awal perkembangannya kota ini berkembang ke arah kanan Sungai Seine, yang kemudian dikembangkan di kedua sisi sungai pada tahun 1190 dengan Louvre sebagai benteng barat. Kawasan kanan diperuntukkan bagi pusat perdagangan dan jasa yang berpusat di Les Halles, sedangkan sisi kiri merupakan kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan pendidikan dengan universitas pertama yaitu Sorbonne yang sekarang telah menjadi pilihan banyak pelajar untuk melanjutkan studinya.

Revolusi industri yang melanda sebagian besar kota-kota di Eropa juga membawa perubahan besar pada Kota Paris. Keadaan ini membawa urbanisasi besar-besaran menuju ke kota ini, dimana peristiwa ini membuat Paris mengalami perluasan wilayah untuk menampung lonjakan penduduk. Perkembangan yang semakin pesat ini membuat Paris harus merombak berbagai infrastruktur demi pemenuhan kebutuhan penduduknya, antara lain pelebaran jalan serta pembangunan berbagai fasilitas publik. Pada tahun 1900 jaringan transportasi kereta pertama diresmikan dengan nama Métro yang terus berkembang hingga sekarang.

Kini Paris telah berkembang menjadi kota metropolitan dengan luas 86,9 km2. Kota ini memiliki jumlah bangunan bersejarah yang amat terjaga hingga sekarang. Bangunan-bangunan bersejarah abad pertengahan mudah ditemukan di Paris. Salah satu faktor penting dalam perawatan gedung-gedung bersejarah ini adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Pengguna bangunan dapat merubah bagian dalam bangunan menjadi interior modern, namun tidak boleh merubah bentuk bangunan asalnya. Kota ini merupakan representasi kota dengan sejarah dan modernitas yang berdampingan. Lebih lanjut kota ini merupakan museum besar yang menceritakan sejarah melalui arsitekturnya. Oleh karena itu, Kota Paris sering disebut dengan kota pusat seni dan intelektual.

Kota Paris terbagi atas 20 bagian kawasan yang hampir mirip dengan sistem kecamatan dan kelurahan di Indonesia. Setiap kawasan ini memiliki satu pusat pemerintahan yang bertanggung jawab pada perkembangan kawasan tersebut. Dan secara lebih luas Paris merupakan zona pertama dari enam zona yang terdapat di Ile-de France. Kota yang populer dengan menara Eiffel ini dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dan fasiitas yang membuat nyaman masyarakat serta wisatawan yang datang. Salah satunya adalah keberadaan jaringan transportasi yang matang dan menjangkau seluruh kawasan di Paris. Jaringan transportasi ini merupakan salah satu yang paling tua di dunia bersama dengan Kota San Fransisco di Amerika Serikat. Dengan keberadaannya baik masyarakat Paris maupun wisatawan tidak akan kesulitan untuk menuju tempat tujuan.