Roaming Around Paris

Take a walk in Paris and enjoy the public garden, architecture, and free historical museum. Here are some places that you can enjoy without buying tickets ^^

Musee de la vie Romatique –> There are some free admission museum in paris, one of them is musee de la vie romantique

 

Pont Des Arts –> Love bridge with many locks, you can locks your love and throw the key to the seine river

 

Church and Architecture –> you can found many churches with beautiful architecture in Paris ex. Notredame, St. Germain, St.Eustache, Sacre Couer and this is free.

 

Canal and River –> In Paris you can enjoy the breeze besides seine river and some other canals such as canal st martin.

 

Paris City Public Garden and Public Space

 

Enjoy the view of Eiffel Tower from every side inside Paris City.

 

 

 

 

City of Light, Kota Wisata Paling Populer di Dunia (Paris, Perancis)

Perancis merupakan negara yang sangat populer dengan kekayaan tradisi dan pariwisatanya. Negara ini merupakan salah satu negara maju dengan jumlah penduduk sebesar 61 juta jiwa. Perancis sering disebut juga dengan l’hexagon karena bentuknya yang heksagonal. Sekarang ini bentuk negara Perancis adalah republik yang dipimpin oleh seorang presiden, walaupun dalam sejarahnya Perancis merupakan negara monarki yang kuat. Perancis beribukotakan sebuah kota yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata paling diinginkan di dunia. Tidak kurang dari 30 juta orang berkunjung ke kota ini setiap tahunnya.

Paris yang dikenal dengan julukan city of light adalah kota dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa. Kota ini berkembang dari pinggiran sungai seine. Wilayah administrasi Kota Paris dibagi atas dua puluh bagian yang dibagi melingkar seperti ular, dengan wilayah bagian kota satu berada tepat di pusat kota. Paris sendiri apabila dilihat dari atas maka akan terbagi menjadi dua bagian besar yang disebut dengan à gauche yaitu bagian kiri dan à droit yang berarti kanan yang terbelah oleh aliran Sungai Seine. Keberadaan sungai ini amat dipertahankan oleh pemerintah setempat sebagai salah satu Landmark kota selain tour eiffel, museum Lovre, Arc de Triomphe, dan masih banyak lainnya.

DSCN0652

DSCN0943

DSCN2231

Paris memiliki sejarah yang cukup panjang, berbagai peristiwa pernah merubah kota ini. Paris pada masa penguasaan kerajaan merupakan pusat aktivitas pemerintahan. Pada awal perkembangannya kota ini berkembang ke arah kanan Sungai Seine, yang kemudian dikembangkan di kedua sisi sungai pada tahun 1190 dengan Louvre sebagai benteng barat. Kawasan kanan diperuntukkan bagi pusat perdagangan dan jasa yang berpusat di Les Halles, sedangkan sisi kiri merupakan kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan pendidikan dengan universitas pertama yaitu Sorbonne yang sekarang telah menjadi pilihan banyak pelajar untuk melanjutkan studinya.

Revolusi industri yang melanda sebagian besar kota-kota di Eropa juga membawa perubahan besar pada Kota Paris. Keadaan ini membawa urbanisasi besar-besaran menuju ke kota ini, dimana peristiwa ini membuat Paris mengalami perluasan wilayah untuk menampung lonjakan penduduk. Perkembangan yang semakin pesat ini membuat Paris harus merombak berbagai infrastruktur demi pemenuhan kebutuhan penduduknya, antara lain pelebaran jalan serta pembangunan berbagai fasilitas publik. Pada tahun 1900 jaringan transportasi kereta pertama diresmikan dengan nama Métro yang terus berkembang hingga sekarang.

Kini Paris telah berkembang menjadi kota metropolitan dengan luas 86,9 km2. Kota ini memiliki jumlah bangunan bersejarah yang amat terjaga hingga sekarang. Bangunan-bangunan bersejarah abad pertengahan mudah ditemukan di Paris. Salah satu faktor penting dalam perawatan gedung-gedung bersejarah ini adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Pengguna bangunan dapat merubah bagian dalam bangunan menjadi interior modern, namun tidak boleh merubah bentuk bangunan asalnya. Kota ini merupakan representasi kota dengan sejarah dan modernitas yang berdampingan. Lebih lanjut kota ini merupakan museum besar yang menceritakan sejarah melalui arsitekturnya. Oleh karena itu, Kota Paris sering disebut dengan kota pusat seni dan intelektual.

Kota Paris terbagi atas 20 bagian kawasan yang hampir mirip dengan sistem kecamatan dan kelurahan di Indonesia. Setiap kawasan ini memiliki satu pusat pemerintahan yang bertanggung jawab pada perkembangan kawasan tersebut. Dan secara lebih luas Paris merupakan zona pertama dari enam zona yang terdapat di Ile-de France. Kota yang populer dengan menara Eiffel ini dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dan fasiitas yang membuat nyaman masyarakat serta wisatawan yang datang. Salah satunya adalah keberadaan jaringan transportasi yang matang dan menjangkau seluruh kawasan di Paris. Jaringan transportasi ini merupakan salah satu yang paling tua di dunia bersama dengan Kota San Fransisco di Amerika Serikat. Dengan keberadaannya baik masyarakat Paris maupun wisatawan tidak akan kesulitan untuk menuju tempat tujuan.

PUBLIC SPACE FOR EVERYONE

Kevin Lynch (1960) said that the physical spaces of the city created an image and characteristic of the city itself, this physical characteristic could divide into five category that consist of path, edge, nodes, district, and landmark.

A district could create a social space function, social space in a certain city usually seen as an open space like garden that could gives activity spaces for citizen. The activities could be many things that related to human interaction. But social spaces for urban people is not always in the form of garden, it could be another function such as commercial, religious activity, education, and many more. A city with many characteristics formed a lifestyle and its citizen personalities. So that, a city has to be creates well in contribution of better lifestyle changes (Wirth, 1938).

Public space is an area that gives interaction places. Street, garden, plaza, and open space could give shapes in community lifestyle (Carr, 1992). Providing this kind of spaces in the peoples social live will bring satisfaction and happiness.

Sources:

Urbanism as a way of life, Wirth (1938). The American Journal of Sociology, Vol.44, No 1, (JUL. 1938), pp 1-24

The Image of The City, Kevin Lynch (1960)

Carr, Stephen.1992. Public Space. Cambridge University Press : United States of America.

IMG_20121024_104126 IMG_20121114_081319 IMG_20121117_110515 IMG_20121208_214927 IMG_20130113_230904 IMG_20130124_033614 IMG_20130227_192515 IMG_20130309_170635 IMG_20130414_160938 IMG_20130419_231940 IMG_20130502_100540 IMG_20130503_185424 IMG_20130716_005303 IMG_20130730_161546 IMG_20130730_174834 IMG_20130731_193328 IMG_20130808_064334 IMG_20130902_000044 IMG_20130904_052118 IMG_20130911_154834 IMG_20130913_123449 IMG_20130913_123735 IMG_20130923_001731 IMG_20131110_162652 IMG_20131120_222535 IMG_20131207_005842

Bersepeda dengan Velib

Kota Paris di Perancis mulai melirik penggunaan sepeda sebagai solusi permasalahan lalu lintas pada tahun 2007. Kota ini memulainya dengan melakukan kampanye penggunaan sepeda berjudul ‘vélo libre’ yang berarti bersepeda gratis. Pemerintah Paris menyediakan ribuan sepeda untuk disewakan kepada masyarakat. Sepeda ini tersedia di 750 titik berjarak 300 meter. Setiap penduduk berusia lebih dari 14 tahun dapat menyewa sepeda ini selama 24 jam, penyewa haruslah membayar deposit sebesar 150 euro sebagai bentuk jaminan.

Program ini cukup berhasil di Paris terlihat dari banyaknya peminat serta pengguna fasilitas ini. Tercatat pada juli 2007 terdapat empat juta pengguna serta tujuh juta kilometer perjalanan di sekitar Kota Paris. Setiap hari sebanyak 50 hingga 70.000 sepeda disewakan. Dengan keberhasilan ini pemerintah Paris merencanakan penambahan titik persewaan menjadi 1451 titik di Kota Paris. Penyewaan sepeda ini juga diperuntukkan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Paris.

Pada awalnya velib merupakan sebuah upaya untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai salah satu pilihan transportasi. Namun sekarang, velib telah tersebar hampir di seluruh sudut Kota Paris. Sepeda ini memiliki sistem penggunaan yang unik dimana masyarakat dapat menggunakan sepeda untuk mencapai tempat tujuan. Sepeda ini disewakan untuk seluruh masyarakat yang memiliki kartu transportasi navigo atau imaginer dan juga kartu bank. Masyarakat memiliki waktu penggunaan gratis selama 30 menit, penggunaan lebih dari 30 menit diwajibkan untuk membayar. Setelah penggunaan selesai velib harus dikembalikan pada titik-titik yang telah disediakan. Apabila velib tidak dikembalikan maka pengguna akan mendapatkan denda sebesar harga sepeda yang digunakan.

Penggunaan velib sekarang ini telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Namun sayangnya velib masih memiliki beberapa kelemahan yang sebaiknya diperbaiki, diantaranya adalah kurangnya perawatan pada sepeda yang disewakan. Kondisi beberapa sepeda velib telah mengalami kerusakan sehingga kurang nyaman apabila digunakan. Umumnya kerusakan terjadi pada kursi tempat duduk dan setir kemudi.

Kurangnya pengetahuan letak-letak titik pengembalian sepeda menjadi kendala tersendiri. Letaknya yang tersebar di titik-titik tertentu membuat masayrakat yang tidak sering menggunakan velib kesulitan dalam menentukan lama tempuh serta lokasi yang akan dituju. Lama tempuh amat mempengaruhi biaya perjalanan yang akan dikeluarkan oleh pengguna untuk itu hal ini merupakan point krusial yang harus diperhitungkan. Signase berupa peta akan sangat amat membantu, namun sayangnya belum terdapat signase peta untuk velib.

Jalur sepeda di Paris juga tidak merata di seluruh penjuru kota, hanya terdapat pada jalan-jalan tertentu saja. Akibatknya banyak pengguna sepeda harus berbagi tempat dengan para pejalan kaki. Kurangnya kehati-hatian ketika mengendarai sepeda dapat beresiko bagi penggunanya. Penggunaan velib juga tidak aksesibel bagi wisatawan yang datang. Layanan ini hanya bisa digunakan ketika memiliki kartu bank setempat, sedangkan kebanyakan wisatawan tentunya tidak memiliki hal tersebut. Wisatawan juga tidak memiliki kartu transportasi navigo ataupun imaginer sehingga cukup menyulitkan. Velib sebenarnya dapat dikebangkan menjadi salah satu wisata yang menarik di Paris. Bersepeda mengelilingi kota akan memberikan kenikmatan tersendiri. Namun belum ada pengembangan menuju ke arah wisata.

Image

Image

Image

Image

 

Sumber:

http://www.eltis.org

TA Ratna Kusumaningrum, URP UNDIP 2012

http://en.wikipedia.org/wiki/V%C3%A9lib%27

SPACES : Les Halles and Beaubourg

Forum Des Halles, St. Eustache, Bourse de Commerce, and the Center George Pompidou are some interesting landmarks that we can find in the two regions. An interesting and unique architecture became an attraction that distinguishes this region with other areas in Paris. A merger between medieval architecture with the modern architecture of the Forum Des Halles and the Pompidou Center George bring different colors for this area.

Forum des Halles and the Pompidou Center George is also one of nodes or a meeting point in the region besides Fountain Des Innocent and Chatelet-Les Halles which is below ground level. The four locations are the places where it can be found a variety of community activities and the central of the people movement. As the Beaubourg, Les Halles and the two regions is quite different where Les Halles are more likely on trade and services while the Beaubourg more heading into open space and art purpose. But as already mentioned earlier, both areas are difficult to split apart not only because of its proximity but also because of the interconnectedness of history and activity.

The Boulevard de Sébastopol is the border that split both areas visually. It is one of the main streets of Paris which was not closed by the City Government of Paris and still allows motor vehicle for passing by. Zebra cross location is used to provide for the people that want to move towards the two region. While the two main roads that connects directly between the Beaubourg and Les Halles is the Berger and Rambuteau street which can also be categorized as a path.

Image Image

Wide pedestrian ways provided for pedestrians in those two regions. Some roads are deliberately closed to increase the comfort of people activity. The shops along the pedestrian with the addition of the typical architecture of Paris add to the visual pleasure of walking. Unfortunately this comfort is slightly disturbed when there is a lot of dung found in some parts of the road. Paris community habit of bringing a pet walking is a major cause of this discomfort.

As the location of open space and community gathering makes some additional facilities tried to add by the local government including chairs, garden lightning, unique iron gates as well as several fountains and sculptures. Unfortunately most of the aesthetics of the park was under renovation when the research was conducted. Some of the old buildings are maintained as an effort to increase the aesthetic visual. Unfortunately not many of Paris citizren do some activities around Bourse de Commerce and St. Eustache. Lack of caring and promotion also makes these two beautiful buildings less well known among tourists. Lack of concern from the community and the local government in cleaning matter become the weakness of the area aesthetic. If this weakness can be overcome by a variety of new innovation surely Les Halles may be a convenient location for the public good to just hanging out or shopping.

 

Bike Track, Sustainable Transportation Concept

Image

Mobility or movement is one of the biggest challenges that faces by many cities in the world. A city must able to provide efficient public services so that the society could comfortably enjoy the city by working, shopping, or travelling (Rubini, 2010). In line with the rapid movement development of the urban people, the business of providing the new transportation innovation to support the mobility grows fast. Transportation mode provider now becomes one of the most interesting and beneficial business. Efficiency and affectivity is the main concern of the modern people especially related with time and money. Indeed, transportation gives big contributions on the city development especially in economic, but in environmental aspect transportation more gives negatives impact. Environmental degradation and global warning are the main issues that caused by air pollution.

Sustainable transportation could be one of the most suitable solutions on the effort process to tackle environmental degradation in general and reducing the use of private car especially. Sustainable transportation suggested using public transport as the main choices for people to support their activities. Public transport development could be integrated with the use of non-motorize transportation such as bicycle. Bicycle as eco friendly transportation could use as a feeder from the origin location like house to the closest public transport shelters.

Here is some example of bicycle track around the world:

Semarang City, Indonesia

Image

Surakarta City, Indonesia

Image

Image

Paris, France

Image

Image

Image

Amsterdam, Holland

Image

Image

geneva, switzerland

Image

Image