Pesona Lombok Sumbawa

Sektor pariwisata merupakan sektor potensial di Indonesia, melihat data di atas jumlah wisatawan yang melakukan wisata di Indonesia baik dari dalam maupun luar negeri bertambah setiap tahunnya. Hal ini juga didukung dengan data Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif tahun 2013 mengenai devisa negara yang menyebutkan bahwa sektor pariwisata di Indonesia menempati posisi ke empat dalam jenis komoditas penghasil devisa tebanyak setelah Minyak dan gas bumi, batu bara, dan minyak kelapa sawit. Hal ini membuktikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia.

Sektor pariwisata Indonesia berusaha dikembangkan dengan berbagai program, kegiatan, dan branding. Saat ini Pesona Indonesia dan Wonder Indonesia, sebagai branding nasional atau country branding telah berada di peringkat 47 dunia dengan nilai 74,8. Sedangkan di Asia, Indonesia berada di peringkat ke 4 setelah Jepang, India, dan Singapura. Target pariwisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata antara lain:

  1. Kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 12 juta dengan devisa mencapai Rp 172 triliun.
  2. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara sebesar 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan mencapai Rp 223,6 triliun.
  3. Peningkatan kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 5%.
  4. Jumlah lapangan pekerjaan yang diciptakan mencapai 11,7 juta tenaga kerja.

Dalam mendukung target-target tersebut dilakukan upaya branding di daerah-daerah potensial untuk mendukung branding nasional. Salah satu branding yang baru-baru ini dicanangkan adalah Pesona Lombok Sumbawa bagi pengembangan pariwisata Provinsi NTB.

Kementerian Pariwisata pada Bulan Desember 2015 me-launching branding baru pariwisata yaitu Pesona Lombok Sumbawa beserta kalender event Nusa Tenggara Barat (NTB) 2016. Melalui branding baru ini, Pemerintah Provinsi NTB beserta Kementerian Pariwisata berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB. Sebanyak 3 juta wisatawan ditargetkan berkunjung ke NTB sepanjang tahun 2016, 1,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,5 juta wisatawan nusantara (wisnus). Branding ini juga merupakan bagian penting dalam mendukung branding nasional Pesona Indonesia dan Wonder Indonesia yang memiliki target kunjungan wisatawan mencapai 270 juta wisman dan 275 juta wisnus pada tahun 2019. Pesona Lombok Sumbawa mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan yang didukung oleh tiga prinsip utama yaitu culture, nature, dan manmade yang terfokus pada keindahan alam, tradisi, dam karya seni. Sejak tahun 2012 hinga 2014 kunjungan wisatawan di NTB mengalami peningkatan yang cukup konsisten sehingga target 2016 sebesar 3 juta kunjungan wisatawan diharapkan dapat terpenuhi. Launching branding NTB ini akan diikuti oleh pelaksanaan Festival Tambora pada 11 hingga 16 April 2016. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Picture3

Kementerian Pariwisata

Pariwisata Indonesia tahun 2015:

  • Lombok terpilih sebagai tujuan wisata halal dunia
  • Pemberian fasilitas bebas visa untuk 84 negara, secara total terdapat 174 negara yang telah bebas visa
  • Fernomena open trip untuk mengurangi biaya perjalanan dimana beberapa orang yang tidak saling mengenal berkumpul dan berwisata bersama
  • Kerusakan tempat wisata akibat wisatawan yang tidak disiplin, contoh: rusaknya kebun bunga di Gunung Kidul akibat selfie yang sembarangan

 

http://www.disbudpar.ntbprov.go.id/pesona-lombok-sumbawa/

http://www.antaranews.com/berita/535081/kemenpar-luncurkan-branding-pesona-lombok-sumbawa

http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=3041

 

Advertisements

Badan Otoritas Pariwisata

Badan Otoritas Pariwisata ini rencananya akan dibentuk pada setiap destinasi wisata selain Bali serta satu BOP Nasional. Pembentukan badan ini bertujuan untuk mewujudkan “single destination single management” pada setiap destinasi wisata. Pembentukan BOP diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya tumpang tindih (overlap) kebijakan serta mempercepat pembangunan dan pengembangan pariwisata Indonesia. Pengembangan pariwisata diharapkan dapat menggunakan konsep penyelesaian satu pintu dengan pembentukan lembaga ini. Badan ini diharapkan mampu menggenjot pengembangan pariwisata di lokasi-lokasi potensial namun kurang dikembangkan seperti Raja Ampat dan Pulau Komodo.

Lembaga ini merupakan lembaga non-kementerian yang berada langsung di bawah Presiden dan Kepala Badan merupakan Pejabat Pengguna Anggaran sehingga badan ini memiliki mata anggaran tersendiri. Badan ini juga memiliki Hak Pengelolaan Lahan dan berkewajiban memberikan ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak atas tanah dalam kawasan pariwisata sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu lokasi destinasi prioritas yang akan diperbaiki kelembagaannya adalah Destinasi Pariwisata Danau Toba. Danau Toba merupakan salah satu destinasi populer, namun sayangnya tidak terdapat pengembangan yang dilakukan terkait kegiatan-kegiatan wisata dan budaya yang dapat membuat Danau Toba menjadi lebih menarik melalui pengembangan atraksi alam, budaya, dan hiburan lainnya. Danau Toba juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan infratsruktur pendukung. Selain itu, salah satu situasi yang membuat destinasi wisata yang terletak di Provinsi Sumatera Utara ini dipilih sebagai pilot project adalah banyaknya pemerintah daerah yang memiliki wewenang dalam pengelolaan Danau Toba sehingga mengakibatkan program menjadi kurang terfokus dan tumpang tindih serta upaya pengembangan menjadi lambat. Saat ini pembentukan BOP di Danau Toba telah diinisiasi dengan pelaksanaan rapat koordinasi yang dihadiri oleh empat menteri terkait, Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara serta tujuh bupati pengelola. Pilot project di Danau Toba rencananya kemudian akan dilanjutkan pengembangannya di 9 daerah prioritas lainnya yaitu Borobudur, Mandalika, Wakatobi, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Morotai, Bromo dan Flores Labuan Bajo. Namun, yang menjadi prioritas selanjutnya adalah pembentukan BOP di Candi Borobudur yang teletak di Magelang. Pembentukan badan otoritas ini menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan 20 juta pada tahun 2019 dan peningkatan lama tinggal wisatawan. Landasan hukum untuk pembentukan badan ini berupa Keppres sedang dalam proses pengajuan kepada Presiden Joko Widodo, dan rencananya akan ditandangani pada bulan Januari 2016. Dalam Badan Otoritas Pariwisata ini rencananya akan dibagi tugasnya menjadi Dewan Pengarah dan Dewan Pelaksana. Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya akan secara khusus berperan sebagai dewan pengarah. BOP akan diisi oleh para ahli muda, pemerintah daerah serta pemerintah pusat.

 

http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/12/28/090731335/badan-otoritas-pariwisata-akan-kelola-10-destinasi-wisata

http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/11/19/badan-otoritas-pariwisata-bakal-dibentuk

http://www.radartasikmalaya.com/berita/baca/4087/pariwisata-butuhbadan-otoritas.html

http://www.antaranews.com/berita/539162/lima-menteri-bahas-pembentukan-badan-otoritas-danau-toba

Roaming Around Paris

Take a walk in Paris and enjoy the public garden, architecture, and free historical museum. Here are some places that you can enjoy without buying tickets ^^

Musee de la vie Romatique –> There are some free admission museum in paris, one of them is musee de la vie romantique

 

Pont Des Arts –> Love bridge with many locks, you can locks your love and throw the key to the seine river

 

Church and Architecture –> you can found many churches with beautiful architecture in Paris ex. Notredame, St. Germain, St.Eustache, Sacre Couer and this is free.

 

Canal and River –> In Paris you can enjoy the breeze besides seine river and some other canals such as canal st martin.

 

Paris City Public Garden and Public Space

 

Enjoy the view of Eiffel Tower from every side inside Paris City.

 

 

 

 

Solo City (Central Java, Indonesia) Tourism Events Calendar 2016

No Event Date
1 Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 09 Januari 2016
2 Haul Habib All Bin Muhammad al Habsyi 30 – 31 Januari 2016
3 Solo Great Sale 01 – 29 Februari 2016
4 Grebeg Sudiro 06 – 08 Februari 2016
5 Imlek Festival 08 Februari 2016
6 Festival Jenang Solo 14 – 17 Februari 2016
7 Solo Indonesia Culinary Festival 07 – 10 April 2016
8 Solo 24 Jam Menari 29 April 2016
9 Java Expo 04 – 08 Mei 2016
10 Festival Parade Hadrah 06 Mei 2016
11 Kontes Lovebird Indonesia 08 Mei 2016
12 Solo Keroncong Festival 14 – 15 Mei 2016
13 Solo Investment Trade and Tourism Expo (SITTEX) 26 – 29 Mei 2016
14 HUT Solo Car Free Day 29 Mei 2016
15 Festival Gamelan Akbar 04 Juni 2016
16 Waisaka Puja Baya 2016/2560 04 Juni 2016
17 Festival Dolanan Bocah 10 – 12 Juni 2016
18 Malem Selikuran 26 Juni 2016
19 Bakdan Ing Balekambang 06 – 10 Juli 2016
20 Syawalan Jurug 06 – 10 Juli 2016
21 Bakdan Ing Solo 08 – 10 Juli 2016
22 Grebeg Pasa 08 Juli 2016
23 Festival Ketoprak 15 – 16 Juli 2016
24 Solo Batik Carnival 22 – 24 Juli 2016
25 Semarak Budaya Indonesia 29 – 30 Juli 2016
26 Apresiasi Musik Kebangsaan 18 Agustus 2016
27 Grand Final Putra-Putri Solo 03 September 2016
28 Solo International Performing Art (SIPA) 08 – 10 September 2016
29 Grebeg Besar 13 September 2016
30 Festival Payung 23 – 25 September 2016
31 Solo City Jazz 30 September – 01 Oktober 2016
32 Bamboo Biennale 01 – 22 Oktober 2016
33 Kirab Malam 1 Suro 02 Oktober 2016
34 Srawung Seni Sakral International 02 Oktober 2016
35 SITTEBIZ 06 – 09 Oktober 2016
36 Solo Batik Fashion 07 – 08 Oktober 2016
37 Pasar Seni Balekambang 22 – 26 Oktober 2016
38 Indonesia International Mask Festival (IIMF) 28 – 29 Oktober 2016
39 Rock in Solo 13 November 2016
40 Frame of Solo 20 November 2016
41 Sekaten 05 – 12 Desember 2016
42 Grebeg Mulud 12 Desember 2016
43 Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 23 Desember 2016

http://www.eventsolo.com/Agenda-Wisata-Solo-dan-Kalender-Event-2016.html

Indonesian Tourism Events Calendar 2016

Months Event Date Location Keterangan
Januari 1. Perayaan Maulid Akbar 8 – 28 Januari 2016 Aceh
2. Bali Barong Festival 22 – 23 Januari 2016 Bali Kompetisi regenerasi Bapang Barong dan Makendang
3. Cap Go Meh (CGM) Street Festival 22 Januari – 2 Februari 2016 Bogor, Jawa Barat
4. Straits Regatta 26 – 29 Januari 2016 Batam, Kepulauan Riau Even yacht internasional yang bekerjasama dengan Federasi Pelayaran Singapura (SSF)
5. Grebeg Sudiro 31 Januari – 8 Februari 2016 Solo, Jawa Tengah
6. Nongsa Festival Batam, Kepulauan Riau Festival golf internasional
7. Festival Budaya Asmat Papua Pameran ukiran kayu Suku Asmat
Februari 1. Solo Great Sale 1 – 29 Februari 2016 Solo, Jawa Tengah
2. Imlek Fair 1 – 6 Februari 2016 Pematangsiantar, Sumatera Utara
3. Hari Pers Nasional0 6 – 9 Februari 2016 Nusa Tenggara Barat
4. Neptune Regatta 6 – 14 Februari 2016 Batam, Kepulauan Riau Festival yacht
5. Imlek Pasar Semawis 8 Februari 2016 Semarang, Jawa Tengah
6. Hari Raya Galungan dan Kuningan 10 – 20 Februari 2016 Bali
7. Nongsa Challenge 13 Februari 2016 Batam, Kepulauan Riau Kegiatan bersepeda yang diselenggarakan oleh Nongsa Destination dan Cycosports Singapore
8. Lawu Trail Run 21 Februari 2016 Jawa Timur
9. Perayaan Cap Go Meh 2 – 24 Februari 2016 Singkawang, Kalimantan Barat
10. Festival Bau Nyale 28 Februari 2016 Lombok, Nusa Tenggara Barat Festival mengumpulkan cacing laut atau nyale yang hanya muncul satu hingga dua hari dan dilanjutkan dengan pertunjukan musik tradisional dan modern
11. Festival Pasola Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur Pertunjukan tradisi peperangan dengan kuda dan tombak
Maret 1. Deep and Extreme Indonesia 31 Maret – 3 April 2016 Jakarta Pameran diving dan petualangan lainnya
2. Bali Spirit Festival 29 Maret – 3 April 2016 Ubud, Bali Wisata yoga, tari, musik, serta meditasi
3. Java Jazz Festival 4 – 6 Maret 2016 Jakarta Pertunjukan musik jazz
4. Eclipse Festival 7 – 11 Maret 2016 Ngata Baru, Sulawesi Tengah
5. Festival Gerhana 9 Maret 2016 Poso, Sulawesi Tengah Acara melihat gerhana disertai penampilam musik
6. Indonesia Fashion Week 10 – 13 Maret 2016 Jakarta Pertunjukan dan pameran fashion
7. Lombok Audax 11 – 14 Maret 2016 Lombok, Nusa Tenggara Barat Bersepeda sejauh 200 – 1000 km
8. Sun Down Marathon Bintan. Kepulauan Riau Kompetisi maraton
April 1. Tour de Bintan 1 -3 April 2016 Bintan, Kepulauan Riau Wisata bersepeda
2. Indonesia International Motor Show (IIMS) 7 – 17 April 2016 Jakarta Pameran otomotif terbesar di Indonesia
3. Festival Pesona Tambora 11 -16 April 2016 Nusa Tenggara Barat
4. Majapahit Travel Fair ke-17 13 April 2016 Surabaya, Jawa Timur Ajang promosi pariwisata internasional
5. Sungailiat Triathlon 23 April 2016 Bangka, Bangka Belitung Wisata olahraga
6. Racing The Planet Bintan, Kepulauan Riau Kompetisi kayak, bersepeda, dan lari
7. Taman Mini Indonesia Indah Anniversary Week Jakarta Pertunjukan seni dan budaya
8. Jakarta International Handicraft (INACRAFT) Jakarta Wisata belanja
9. Festival Tidore Tidore, Maluku Utara Aneka ritual adat, pameran budaya serta beragam atraksi
Mei 1. International Tour de Banyuwangi Ijen 4 – 7 Mei 2016 Banyuwangi, Jawa Timur
2. Festival Teluk Jailolo 11 – 16 Mei 2016 Halmahera Barat Festival budaya
3. Perayaan Waisak Candi Borobudur 22 Mei 2016 Magelang, Jawa Tengah
4. Bintan Thriathlon 28 – 29 Mei 2016 Bintan, Kepulauan Riau Kompetisi Thriathlon
5. Tour de Barelang / Batam Six Bridges Batam, Kepulauan Riau Bersepeda keliling Pulau Batam, enam jembatan masuk ke dalam rute tour
6. Jakarta Fashion and Food Festival Jakarta Wisata fashion dan kuliner
7. Jawa Barat Travel Exchange Bandung, Jawa Barat
8. Jogja Fashion Week Yogyakarta Pameran busana batik
9. International Surfing Competition Banyuwangi, Jawa Timur Kompetisi surfing
Juni 1. Jakarta Fair dan Jakarnaval 22 Juni 2016 Jakarta Festival dan karnaval menyambut hari ulang tahun Jakarta
2. Gelar Batik Nusantara Berhubungan dengan kerajinan batik
3. Solo Batik Carnival Solo, Jawa Tengah Berhubungan dengan kerajinan batik
4. Bali Art Festival Bali Berhubungan dengan kerajinan batik
5. Festival International Perahu Naga Padang, Sumatera Barat
6. Festival Diving Pulau Weh, Aceh
7. Jakarta Great Sale Jakarta Wisata belanja
8. Bali and Beyond Travel Fair Pameran paket wisata
9. Festival Mutiara Lombok Sumbawa Lombok, Nusa Tenggara Barat Pameran kerajinan mutiara
10. Festival danau sentani Pertunjukan di atas Danau Sentani
Juli 1. Bali Kite Festival 3 – 5 Juli 2016 Sanur, Bali Festival layangan dan ritual menyambut panen dan penanaman padi kembali
2. Yadnya Kasada 21 – 21 Juli 2016 Bromo, Jawa Timur Pelaksanaan upacara adat
3. Art Jog Yogyakarta Pameran karya seni
4. Power Boat Grand Prix Bintan, Kepulauan Riau Kompetisi internasional
5. Kelimutu Festival Ende, Flores Prosesi adat
6. Java Rockin Land Festival musik rock
Agustus 1. Festival Budaya Dieng 5 – 7 Agustus 2016 Dieng, Jawa Tengah
2. Jember Fashion Carnaval 21 – 24 Agustus 2016 Jember, Jawa Timur Pertunjukan fashion
3. Erau International Folk and Art Festival 20 -28 Agustus 2016
4. Indonesia Marine and Offshore Expo (IMOX) 23 – 25 Agustus 2016
5. Bintan Ironman 28 Agustus 2016 Bintan, Kepulauan Riau Festival olaharaga
6. Aceh International Surfing Championship Aceh
7. Takabonerate Island Expedition Sulawesi Selatajn
8. Rafflesia Beach Festival Bengkulu
9. Sanur Village Festival Bali
10. Festival Bunga Internasional Tomohon
11. Festival Lembah Baliem
12. Festival Kuliner Serpong Serpong, Tangerang
September 1. Festival Krakatau Awal September Lampung Festival seni dan budaya Lampung
2. PATA Travel Mart 7 – 9 September 2016 Jakarta
3. Festival Danau Toba, Samosir Minggu kedua Bulan September Samosir, Sumatera Utara Festival musik dan tari batak
4. Grebek Besar 12 September 2016 Solo, Jawa Tengah Festival keagamaan dan arak-arakan
5. Jogja International Street Performance Minggu terakhir Bulan September Yogyakarta Festival seni di sepanjang Jalan Malioboro dan sekitarnya
6. Jakarta International Performing Art Akhir September Jakarta Diikuti oleh 350 seniman dunia, memperingati Hari Pariwisata Dunia
7. Festival Adventure Indonesia Akhir September Alor, Nusa Tenggara Timur Diving, hiking, bersepeda
8. Asia Tri Festival Yogyakarta Festival seni tiga negara (Korea, jepang, dan Indonesia)
9. Aceh Leuser International Rafting Championship Sungai Alas, Aceh Kompetisi rafting
10. Asean Jazz Festival, Batam Festival musik jazz
11. Festival De Syukron Bandung, Jawa Barat Festival dengan penampilan artis papan atas, fashion show, video mapping, hingga wayang
12. Festival Teluk Ambon Ambon Festival budaya, lomba foto bawah laut, lomba memancing
Oktober 1. Kuta Carnival Kuta, Bali
2. Festival Tabot Bengkulu Bengkulu
3. Festival Reog Nasional
4. Tour de Singkarak Singkarak Kompetisi sepeda internasional
5. Sail Karimata Selat Karimata
6. Jakarta Marathon Jakarta Wisata olahraga lari
7. Jakarta Fashion Week Jakarta Pameran fashion
8. Banyuwangi Ethno Festival Banyuwangi, Jawa Timur Pameran fashion
9. Festival Danau Tondano
10. Raja Ampat Marine Festival Raja Ampat, Papua
November 1. Bandung International Digital Art Festival (BIDAF) 6 – 8 November 2016 Bandung, Jawa Barat Pameran karya seni animasi, pertunjukan intermedia, musik digital, seni robotic, dan interactive installation
2. Makepung Buffalo Race 15 November 2016 Jembrana, Bali Barat Ajang balap kerbau
3. Jogja International Heritage Walk 19 – 20 November 2016 Candi Prambanan dan Imogiri Berwisata dengan berjalan kaki
4. Lovely Toraja Festival Tentatif Toraja, Sulawesi Selatan Lari wisata, pameran, kuliner
5. Festival Danau Matano Akhir bulan November Luwu Timur, Sulawesi Selatan Pertunjukan seni dan musik, pemilihan putra putri Danau Matano, lomba perahu hias, perahu dayung, lomba tangkap ikan, olahraga air
6. Banten Beach Festival Akhir bulan November Banten
Desember 1. Bintan Golf Challenge Belum tercantum Bintan, Kepulauan Riau Kompetisi golf dunia
2. Festival Gendang Beleq Belum tercantum Lombok, Nusa Tenggara Barat Festival musik dan perkusi
3. Grebeg Maulud 11 Desember 2016 Yogyakarta Arak-arakan gunungan
4. Kora-kora Festival Belum tercantum Ternate, Maluku Utara Festival budaya lomba perahu tradisional
5. Katir Race Festival Belum tercantum Kotabaru, Kalimantan Selatan lomba perahu nelayan
6. Musi Triboatton Belum tercantum Palembang, Sumatera Selatan lomba perahu, pameran, festival seni

Pariwisata Indonesia (Indonesian Tourism)

Isu Stategis

Isu strategis yang terkait dengan sektor pariwisata dalam RPJMN 2015-2019 antara lain;

Potensi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang unik merupakan modal untuk pengembangan pariwisata nasional.  Potensi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang unik merupakan modal untuk pengembangan pariwisata nasional. Sasaran pembangunan pariwisata dalam RPJMN 2015-2019 dibagi menjadi sasaran pertumbuhan dan sasaran pembangunan inklusif. Sasaran pertumbuhan pariwisata dapat dilihat dalam tabel berikut ini,

Picture3

Sedangkan dalam sasaran pembangunan inklusif adalah Meningkatnya usaha lokal dalam industri pariwisata dan meningkatnya jumlah tenaga kerja lokal yang tersertifikasi

IMG_20151008_150853

IMG_20151011_194605

IMG_20151009_170054

Arah kebijakan pembangunan pariwisata yang digariskan dalam RIPPARNAS, yaitu:

  1. Pembangunan Destinasi Pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdayasaing di dalam negeri dan di luar negeri, dengan strategi; (1) fasilitasi pembangunan destinasi pariwisata nasional yang menjadi fokus: (a) wisata alam terdiri dari wisata bahari, wisata petualangan dan wisata ekologi; (b) wisata budaya yang terdiri dari wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, dan wisata kota dan desa; dan (c) wisata buatan dan minat khusus yang terdiri dari wisata Meeting Incentive Conference and Exhibition (MICE) & Event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu; (2) meningkatkan citra kepariwisataan dan pergerakan wisatawan nusantara; (3) Tata Kelola Destinasi; serta (4) Pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata.                            Jenis pariwisata yang akan dikembangkan khususnya untuk wisatawan manca negara mencakup: (a) wisata alam yang terdiri dari wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan; (b) wisata budaya yang terdiri dari wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, dan wisata kota dan desa; dan (c) wisata ciptaan yang terdiri dari wisata MICE & Event, wisata olahraga, wisata kebugaran (wellness) berbasis budaya nusantara, serta wisata kawasan terpadu.
  2. Pemasaran Pariwisata Nasional diarahkan untuk meningkatkan kerjasama internasional kepariwisataan dan mendatangkan sebanyak mungkin kunjungan wisatawan mancanegara,
  3. Pembangunan Industri Pariwisata diarahkan untuk meningkat-kan partisipasi usaha lokal dalam industri pariwisata nasional serta meningkatkan keragaman dan daya saing produk/ jasa pariwisata nasional di setiap destinasi pariwisata yang menjadi fokus pemasaran melalui: (a) pembinaan usaha pariwisata bagi masyarakat lokal; (b) fasilitasi investasi usaha sektor pariwisata; serta (c) pengembangan standarisasi dan sertifikasi usaha dan produk pariwisata; serta (d) pengembangan intergrasi ekosistem industri pariwisata.
  4. Pembangunan Kelembagaan Pariwisata diarahkan untuk mem-bangun sumber daya manusia pariwisata serta organisasi kepariwisataan nasional dengan strategi: (a) berkoordinasi dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan sarjana di bidang kepariwisataan; (b) meningkatkan kapasitas dan kualitas lembaga pendidikan kepariwisataan; (c) fasiitasi pengembangan dan peningkatan jenjang keterampilan tenaga kerja lokal di bidang pariwisata; (d) peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan; serta (e) mengelola dan mengendalikan manajemen perubahan.

 

Potensi Sektor Pariwisata Indonesia

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki potensi dan kontribusi besar pada perekonomian Indonesia.           Berdasarkan hasil identifikasi data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan BPS, jumlah wisatawan yang melakukan wisata di Indonesia baik dari dalam maupun luar negeri bertambah setiap tahunnya. Hal ini juga didukung dengan data Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif tahun 2013 mengenai devisa negara yang menyebutkan bahwa sektor pariwisata di Indonesia menempati posisi ke empat dalam jenis komoditas penghasil devisa tebanyak setelah Minyak dan gas bumi, batu bara, dan minyak kelapa sawit. Hal ini membuktikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Berikut adalah tabel lengkap rangking devisa pariwisata pada tahun 2009-2013.

Picture1

Sumber: Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, 2015

Picture2

Pada lingkup global pariwisata Indonesia berada pada peingkay 74 lebih tinggi dari Kamboja, Filipina, dan Vietnam yang merupakan negara tetangga dan tergabung dalam ASEAN. Peringkat pariwisata Indonesia di dunia dibandingkan dengan negara Asian Tenggara lainnya dapat dilihat pada tabel di atas. Potensi Indonesia pada sektor pariwisata tentunya tidaklah kecil. Berdasarkan data UNESCO pada tahun 2012, Indonesia mamiliki empat lokasi wisata yang menyandang gelar UNESCO Natural World Heritage Sites. Ke empat lokasi tersebut antara lain Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz, Hutan Tropis Sumatera, dan Ujung Kulon. Dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia memiliki jumlah terbanyak. Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam masing-masing hanya memiliki dua lokasi wisata. Dengan potensi yang ada tentunya target peningkatan jumlah wisatawan yang dinyatakan dalam RPJMN 2015-2019 tentunya dapat dimaksimalkan dengan berbagai program dan strategi pengembangan. Sektor pariwisata juga merupakan sektor potensial terkait dengan lapangan pekerjaan.

Terdapat dua isu utama yang perlu diperhatikan dalam upaya pengembangan pariwisata Indonesia, yaitu pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hingga saat ini pengembangan kapasitas sumber daya manusia masih rendah melihat jumlah sekolah kejuruan pariwisata dan perhotelan, serta sekolah pariwisata informal yang masih sedikit jumlahnya.

References: RPJMN 2015-2019 (BAPPENAS)

Meet Peneroka (PALM OIL FARMER) in FELDA SEMENCHU

FELDA Semenchu is located 42km from Kota Tinggi city centre and 80km from Johor Bahru, it covers an area of 2775.72 hectares and the population is approximately 5600 people. Before 1974 the location of Semenchu was covered in forest, in 1974 the forest was cut down to make way for the palm oil plantation and the FELDA (Federal Land Development Authority) settlement. The settlement was the product of the Malaysian government as part of a scheme to improve the quality of life of the people of Malaysia and strengthen the economy. This scheme was implemented by one political party and backed by the prime minister Tun Abdul Razak and the remainder of the government. From 1974 approximately 25,000 people applied to live in the new settlement, after that a number of people were chosen to attend the interview process and from this people were chosen to move to Semenchu. The application had a number of criteria such as:

  • The applicant must be already married
  • The applicant must have children
  • The applicant must not own or have any claim over other land

The final decision as to who moved to the settlement was made by the state government and in addition to this they appointed a leader for the FELDA settlement who manages the community services and facilities for example waste management. In 1976 the first residents moved to Semenchu, there were 300 households established, in 1979 there was a further 328 households added to the FELDA.

semen1

The name ‘Semenchu’ was chosen due to the number of Japanese soldiers buried on Block 28, ‘Semenchu’ was their name. The original houses were comprised of wood and following economic success the houses were expanded and made of more substantial building materials. The government provided the majority of the infrastructure in the settlement for example the community hall, roads, water and electricity. The government also built the houses and the residents paid back RM2900 for 20 years in order to own both land and the house. Some houses have improved their basic facilities further in order to make them eligible for the homestay programme; If it is managed independently they usually hire foreign workers usually from Indonesia which is a form of cheap labour therefore the profits are larger, only approximately 10% manage their land in this way. If the land is managed dependently then the peneroka (land owner) is largely dependent on the FELDA to continue production of the palm oil. Other economies present in the FELDA include fish, cow and goat farming as well as vegetable, chilli, mushroom, herb and Pitaya farming.

DSC_0222

DSC_0213

DSC_0226

One of the major issues is the aging first generation who can no longer work on the plantation need more help whether the second generation do not wish to work on the plantation, they would prefer to live in areas of more modern area such Johor Bahru or other such places. Therefore the FELDA relies only on the palm oil plantation which is not a sustainable form of economy due to competition from the Philippines and Indonesia.

Picture1

From the diagram above we can see that there are four main stakeholders in felda semenchu, the first stakeholder are the state government. The state government contributes in choosing the leader of the FELDA such as Mr Omar. The state government also contributes on the people selection in 1976. The second stakeholders are the district government and the leader of the FELDA. They role are to manage and supervise the FELDA and all of it aspect, such as palm oil plantation, administration stuff, and all about felda. Then the third actor is the community itself. They are the main targets of this program. The government tries to improve their quality of live. The state government coordinates this entire stakeholder because felda system is depending on the government management.

P1050521

P1050651

P1050519

P1050625

P1050506

P1050517

Kampong Belimbing: From Head Hunter Tribe to Friendly Community

Kampong Belimbing is a small village in the southern part of Kuching, Malaysia that occupied by Bidayuh ethnic group. It’s about 60 km from Kuching City. The total area of this village is 42.70 acres. The population approximately 400 people now, most of them are Muslim. Sometimes before this village was called gelimbing, now it had changed to belimbing. Gelimbing and belimbing have the same meaning. Village people said that sometimes ago there are many belimbing trees in this village. But now there is only one tree left located near the “barok” or village hall.

They had been living in a long house made from wood since 1954 after they leave their original houses in the mountain as the result of social issues and religion. The housing design is a mixture of Malay and Bidayuh culture. Before practicing Islam, this community believes in traditional practice called pagan, they collected their enemy skull to do their ritual. Then they hang it in the roof inside their houses. That was the reason behind the head hunter nickname. Although today they have left their cultural tradition which is contrary to Islamic doctrine, but they still manage to keep their traditional dance, music and games.

P1050682

P1050681

P1050709
Kampong Belimbing Long House

Today they lived as a palm oil farmer under Malaysian Government Organization called FELCRA, and to improve their income the village agreed to join homestay program and tourism activities. With their motto “anak orang anak kita”, which means they consider everyone as their children, Kampong Belimbing transforms into a homestay village for everyone. They welcome people to stay and experience their harmonic live with nature. Tracking and hiking in the heavy rain forest to find the gorgeous Rafflesia Arnoldy flower is their main attraction. Besides they also bring us to the original houses of Bidayuh Ethnic group inside the mountain and also teach us their traditional dance, music and games. And last but not least their traditional food. The most important one we could learn harmony, respect, and a sense of belonging toward each other and nature. These norms were practiced to ensure the secure feeling inside the village and among the people.

1212

qwqwqLearning traditional dance and games

P1050692Tracking in the forest to find rafflesia arnoldy

Trough homestay, they had managed to develop their economic activities and to preserve their tradition and culture. The economic development of Kampong Belimbing has brought modernization to this village. It can be seen from the usage of some modern tools such as a washing machine, TV, DVD, and some even have home theatre. Some of them have managed to buy a car as transportation to the nearest city. It means today the community has been able to live a good life with sufficient income. Furthermore, it’s not only improves their quality of life but also manage to preserve their tradition, culture, and environment.

P1050725
Me and my homestay family

Kampong Belimbing Homestay: Jalan Padawan, 94700 Kuching, SK, Malaysia +60 82-863 796